Dua Mahasiswi Unila Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Hanyut di Wira Garden

Tragedi yang mengancam keselamatan di lokasi wisata kembali terjadi, kali ini menimpa dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus di Wira Garden. Peristiwa memilukan ini berlangsung pada Rabu, 1 April 2026, dan setelah pencarian intensif dilakukan, kedua korban ditemukan di perairan Pulau Pasaran pada pagi hari Kamis, 3 April 2026. Kejadian ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman, tetapi juga menyoroti pentingnya kesadaran akan bahaya yang mengintai di tempat-tempat rekreasi.
Detail Penemuan Korban
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah kedua mahasiswi tersebut di lokasi koordinat $5°27’43.290″S$ $105°15’53.107″E$. Menurut Komandan Tim Rescue SAR Lampung, Santosa, kedua korban teridentifikasi sebagai Fatmawati (22 tahun) yang berasal dari Tulang Bawang Barat dan Bunga Rosana (22 tahun) dari Kota Metro. Penemuan ini menjadi momen yang penuh haru bagi keluarga dan rekan-rekan mereka, yang menunggu dengan penuh harapan selama proses pencarian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini berawal pada siang hari Rabu, saat kedua mahasiswi berserta dua teman mereka, Rika Yolanda dan Damayanti, memutuskan untuk mengunjungi Wira Garden sebagai tempat rekreasi. Sekitar pukul 12.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan tersebut, yang seharusnya menjadi pertanda untuk lebih berhati-hati.
Setelah hujan mereda, mereka memilih untuk berfoto di atas batu besar yang terletak di tengah aliran sungai. Namun, situasi berubah menjadi sangat berbahaya ketika debit air sungai mendadak meningkat akibat kiriman air bandang dari hulu. Kejadian ini menunjukkan betapa cepatnya kondisi dapat berubah di alam, dan pentingnya untuk selalu waspada.
Upaya Penyelamatan
Dalam situasi yang mencekam tersebut, Rika dan Damayanti berhasil melompat ke tepian sungai dan selamat dari terjangan arus. Namun, sayangnya, Fatmawati dan Bunga tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar dan terseret oleh arus yang sangat kuat. Kejadian ini membuat seluruh upaya penyelamatan menjadi semakin mendesak.
Tim SAR Gabungan segera melaksanakan pencarian di area sekitar lokasi kejadian dengan radius 1,5 kilometer. Meski pencarian dilakukan sepanjang malam tanpa hasil, harapan tetap ada. Pada Kamis pagi, pencarian dilanjutkan dengan lebih banyak anggota tim yang terlibat, termasuk:
- Basarnas Lampung
- BPBD Bandar Lampung
- Damkarmat Bandar Lampung
- Jajaran Polri
- Relawan kemanusiaan

