Pengusaha Papua Didorong untuk Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah Setempat

Pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif menjadi fokus utama bagi banyak wilayah di Indonesia, termasuk Papua Barat Daya. Dalam konteks ini, pengusaha Papua dituntut untuk berperan aktif dan menjadi bagian integral dari proses pembangunan yang dihadapi. Nikodemus Atanay, Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Provinsi Papua Barat Daya, menegaskan bahwa kehadiran dan kontribusi pengusaha lokal sangat penting dalam menciptakan perubahan yang positif dan menjamin kemajuan ekonomi di daerah ini.
Peran Pengusaha Papua dalam Pembangunan Daerah
Menurut Nikodemus, pengusaha Papua tidak seharusnya hanya menjadi penerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga harus berfungsi sebagai agen perubahan. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menetapkan arah dan kualitas pembangunan ekonomi di tanah kelahiran mereka. Dalam forum diskusi yang diadakan, dia menjelaskan bahwa pengusaha lokal perlu diikutsertakan dalam setiap fase pembangunan, agar hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.
Potensi Sumber Daya Alam yang Melimpah
Papua Barat Daya dikenal memiliki sumber daya alam yang sangat kaya. Sektor pertanian, dengan komoditas unggulan seperti kopi dan kakao, memberikan peluang besar untuk pengembangan ekonomi. Selain itu, perikanan di perairan Sorong dan sekitarnya juga sangat melimpah, sementara potensi pariwisata di kawasan Raja Ampat dan Pegunungan Tambrau belum sepenuhnya digali. Namun, Nikodemus menekankan bahwa untuk memanfaatkan potensi ini, pengusaha OAP (Orang Asli Papua) perlu diberikan ruang, kepercayaan, dan akses yang setara untuk berperan sebagai pelaku utama dalam perekonomian daerah.
Seruan untuk Persatuan dan Kedamaian
“Saya mengajak seluruh pengusaha OAP di Provinsi Papua Barat Daya untuk bersatu dan menjaga kedamaian, karena itu adalah dasar utama pembangunan,” ungkap Nikodemus. Dia mengingatkan bahwa konflik dan ketidakstabilan hanya akan menghambat proses pembangunan dan membuat investor luar enggan untuk berkolaborasi. Oleh karena itu, dia mengusulkan pembentukan “Tim Koordinasi Pengusaha Papua” di setiap kabupaten dan kota untuk menyelaraskan langkah dan suara pengusaha lokal.
Membangun Ekosistem Usaha yang Kondusif
Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) PBD berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dan pusat. Mereka telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menciptakan ekosistem usaha yang mendukung pengusaha OAP. KAPP menyediakan pelatihan keterampilan usaha, manajemen keuangan, dan pemasaran produk. Selain itu, kerjasama dengan lembaga keuangan seperti Bank Papua dan BRI juga dilakukan untuk memudahkan akses modal dengan bunga rendah dan persyaratan yang fleksibel.
Advokasi untuk Kebijakan yang Mendukung
Nikodemus juga aktif dalam melakukan advokasi agar kebijakan pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah dapat menguntungkan pengusaha lokal. Beberapa langkah kebijakan yang diusulkan mencakup penetapan kuota khusus untuk pengusaha OAP dalam pengadaan barang dan jasa proyek pemerintah, serta insentif pajak bagi usaha yang memberdayakan sumber daya lokal.
Tanggung Jawab Ganda Pengusaha OAP
“Pengusaha OAP memiliki tanggung jawab ganda; mereka tidak hanya harus mencari keuntungan, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya. Dia mendorong para pengusaha sukses untuk menjadi mentor bagi generasi muda dan membantu membentuk kelompok usaha di daerah-daerah terpencil. Kehadiran pengusaha lokal sangat penting untuk menciptakan keseimbangan dalam perekonomian, sehingga tercipta iklim perdagangan yang adil dan berkelanjutan.
Pentingnya Mempertahankan Identitas Budaya
Nikodemus juga menekankan pentingnya pengusaha OAP untuk berperan aktif dalam memastikan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan tetap menghormati nilai-nilai budaya lokal dan prinsip keberlanjutan lingkungan. Dalam sektor pariwisata, misalnya, pengusaha lokal harus menjaga keaslian budaya dan kelestarian alam agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak merugikan identitas masyarakat serta keberlangsungan sumber daya alam untuk generasi mendatang.
Sinergi untuk Pertumbuhan Usaha Lokal
“Saya mengajak semua elemen masyarakat—termasuk tokoh adat, kepala kampung, dan pemerintah daerah—untuk bersinergi dalam mendukung pertumbuhan usaha lokal,” ujar Nikodemus. Dia berharap tokoh adat dapat menjadi penjaga nilai-nilai budaya dan mediator dalam menyelesaikan konflik lahan usaha. Sementara itu, pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam membangun infrastruktur yang mendukung aktivitas usaha, seperti jalan raya dan pelabuhan kecil.
Kolaborasi untuk Riset dan Pengembangan
Nikodemus juga mengundang perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk bekerja sama dengan KAPP PBD dalam melakukan riset dan pengembangan produk baru yang memanfaatkan sumber daya lokal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Papua di pasar nasional dan internasional.
Kita tidak bisa hanya menunggu orang lain untuk membangun ekonomi kita. Kita sebagai pengusaha Papua harus menjadi pelopor dan penggerak utama dalam pembangunan daerah. Dengan peran aktif pengusaha Papua dalam setiap tahapan pembangunan, diharapkan Provinsi Papua Barat Daya dapat menjadi daerah yang mandiri, makmur, dan mampu bersaing di tingkat nasional.


