Trump Kecewa dengan NATO dan Sekutu, Banyak yang Menolak Bantu Amankan Selat Hormuz

Donald Trump, Mantan Presiden Amerika Serikat, mengekspresikan kekecewaannya atas sikap NATO dan sebagian besar sekutu lainnya yang menolak respons seruannya untuk membantu mengamankan Selat Hormuz. Trump merasa frustasi karena ia gagal mendapatkan dukungan yang ia perlukan untuk aksi militer yang ia rencanakan di Iran, sebuah aksi yang menurutnya dilakukan demi kebaikan dunia namun dunia tidak menghargai upayanya.
Trump dan Sekutunya
Trump telah berusaha untuk mendapatkan dukungan sekutu dalam upaya mengamankan jalur air penting di Selat Hormuz guna mengurangi hambatan pada ekspor minyak dari kawasan tersebut. Ia merasa kesal karena Amerika Serikat tidak mendapat dukungan yang diharapkan dari NATO dan sekutu lainnya, meskipun Amerika Serikat telah banyak membantu mereka di masa lalu.
Menurut Trump, mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir adalah demi kepentingan sekutu. Ia merasa sangat kecewa ketika sekutu menolak untuk terlibat dalam perang yang ia rasa penting ini. Trump merasa bahwa konflik ini adalah tanggung jawab komunitas internasional, bukan hanya Amerika Serikat.
Respons Trump Terhadap Penolakan Sekutu
Trump merasa kesal ketika sekutu menolak untuk terlibat dalam perang ini. Dia merasa bahwa konflik ini seharusnya adalah tanggung jawab komunitas internasional, bukan hanya Amerika Serikat. Konflik ini telah memasuki minggu ketiga dan telah berdampak di seluruh ekonomi global.
Trump merasa kecewa bahwa sekutu tidak bersedia mengirim kapal penyapu ranjau. “Anda pasti mengira mereka akan berkata, ‘Kami ingin sekali mengirim beberapa kapal penyapu ranjau.’ Itu bukan masalah besar,” kata Trump. “Biayanya tidak terlalu mahal. Tapi mereka tidak melakukannya.”
Trump dan Dinamika Konflik
Trump mengakui bahwa ia sangat kecewa dengan sikap sekutu tradisional Amerika Serikat. Namun, ia menegaskan bahwa ia tidak masalah dengan dinamika konflik yang semakin menguat. Baik atau buruk, sebagian besar akan berada di pundaknya sendiri.
Trump semakin menegaskan bahwa jalan menuju konflik dipilih oleh satu orang. Hal itu dimulai berdasarkan apa yang digambarkan Trump sebagai “perasaan” tentang ancaman yang ditimbulkan oleh Iran, dan dia mengatakan itu akan berakhir ketika nalurinya mengatakan sudah waktunya.
Trump dan Peran NATO
Trump merasa kecewa bahwa sekutu NATO telah mengandalkan puluhan miliar dolar dukungan Amerika Serikat untuk Ukraina dalam menangkis invasi Rusia, tetapi tidak dapat membalas budi untuk membantu Amerika Serikat dan Israel dalam upaya mereka untuk melemahkan Iran. Iran telah menjadi ancaman bagi Timur Tengah dan sekitarnya selama bertahun-tahun.
Trump memiliki hubungan yang naik turun dengan NATO, sebuah aliansi yang menurutnya telah terlalu bergantung pada Amerika Serikat. Trump telah mengkritik anggota blok ini karena terlalu sedikit mengeluarkan dana dan bahkan mempertanyakan komitmen Amerika Serikat terhadap statuta pertahanan bersama dalam perjanjian pendirian NATO.
NATO ada sebagai aliansi defensif, bukan ofensif, dan NATO telah menyatakan tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam perang yang dipimpin Amerika Serikat melawan Iran. Namun, pasukan NATO memang ditempatkan selama 18 tahun di Afghanistan dan kampanye udara mereka pada tahun 2011 membantu menggulingkan pemimpin Libya yang telah meninggal, Moammar Gadhafi.
Sikap Sekutu Terhadap Trump
Trump mencatat bahwa sekutu-sekutunya di Jepang, Australia, dan Korea Selatan serta China, telah menolak seruannya untuk terlibat dalam membantu mengamankan Selat Hormuz, jalur air penting yang biasanya dilalui sekitar 20% minyak mentah dunia setiap harinya.
Diplomat tertinggi Uni Eropa menolak pernyataan Trump, dengan mengatakan bahwa blok 27 negara itu tidak ingin terseret ke dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran dan secara tegas menolak tuntutan Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
“Ini bukan perang Eropa. Kami tidak memulai perang. Kami tidak dimintai pendapat,” kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada hari Selasa, sehari setelah memimpin pembicaraan di antara negara-negara anggota tentang tuntutan kapal perang Trump.
Trump dan Hubungannya dengan NATO
Trump menyebut momen ini sebagai “ujian besar” bagi NATO dan mengatakan aliansi ini melakukan “kesalahan yang sangat bodoh” dengan menolaknya. Trump ditanya oleh seorang reporter apakah dia sedang mempertimbangkan kembali hubungan Amerika Serikat dengan NATO mengingat respons terhadap perang Iran — atau bahkan mungkin mempertimbangkan untuk keluar dari aliansi militer tersebut.
“Tentu saja itu sesuatu yang harus kita pertimbangkan. Saya tidak membutuhkan Kongres untuk keputusan itu,” kata Trump. “Saat ini saya belum memiliki rencana apa pun, tetapi saya tidak terlalu senang,” tambahnya.
Masih diperdebatkan apakah Trump dapat menarik diri dari NATO sendirian. Kongres telah mengesahkan undang-undang pada tahun 2023 yang mensyaratkan otorisasi kongres untuk meninggalkan aliansi militer tersebut. Para ahli mengatakan Trump dapat mencoba menegosiasikan celah hukum, mungkin dengan mengutip wewenang presiden atas kebijakan luar negeri, untuk mencoba menghindari hukum tersebut.
Trump dan Sikapnya
Sikap Trump yang menyatakan bahwa dukungan Amerika Serikat yang telah lama diberikan kepada NATO harus dibalas sekarang setelah Amerika Serikat meminta bantuan di Iran, mendapat perlawanan keras.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya siap membantu mengamankan Selat Hormuz, tetapi hanya sebagai bagian dari misi yang terpisah dari perang Timur Tengah saat ini. “Kami bukan pihak yang terlibat dalam konflik tersebut, dan oleh karena itu Prancis tidak akan pernah ikut serta dalam operasi untuk membuka kembali atau membebaskan Selat Hormuz,” kata Macron.
Trump menepis pernyataan Macron. “Yah, dia akan segera lengser dari jabatannya,” kata Trump tentang presiden Prancis itu, yang masa jabatan lima tahun keduanya dijadwalkan berakhir pada Mei 2027.
Trump dan Sekutu Lainnya
Trump juga mengatakan dia “kecewa” dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starter. Perdana menteri awalnya memblokir pesawat Amerika untuk menggunakan pangkalan Inggris untuk serangan terhadap Iran yang dimulai pada hari Sabtu.
Dia kemudian setuju untuk mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan di Inggris dan di Diego Garcia di Samudra Hindia untuk menyerang rudal balistik Iran dan tempat penyimpanannya, tetapi tidak untuk menyerang target lain.
Dia juga menyindir Presiden Irlandia Catherine Connolly, ketika ditanya tentang kritiknya bahwa operasi Amerika Serikat dan Israel merupakan “serangan yang disengaja terhadap hukum internasional.” “Lihat, dia beruntung aku ada,” kata Trump tentang Connolly, yang merupakan seorang wanita.
Trump dan Rencananya
Trump mungkin telah memutuskan bahwa Amerika Serikat tidak lagi membutuhkan bantuan militer dari luar untuk mengamankan selat tersebut. Namun, Departemen Luar Negeri telah menghubungi sejumlah negara untuk meminta dukungan mereka dalam mengisolasi Iran dengan menetapkan Korps Garda Revolusi Islam dan Hizbullah sebagai organisasi teroris, tindakan yang akan mengakibatkan sanksi terhadap kelompok-kelompok tersebut dan anggotanya.
Sebuah telegram yang dikirim ke seluruh misi diplomatik Amerika Serikat pada hari Senin meminta para diplomat Amerika yang ditempatkan di negara-negara yang belum membuat penetapan tersebut untuk segera bertindak mengingat pembalasan luas atas operasi militer Amerika Serikat-Israel yang dilancarkan Iran selama dua minggu terakhir.
“Sekaranglah saatnya bagi negara-negara lain untuk mengambil tindakan nyata terhadap Iran, termasuk dengan menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan proksinya, Hizbullah, sebagai organisasi teroris,” demikian isi kawat diplomatik tersebut.